Tampilkan postingan dengan label alquran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label alquran. Tampilkan semua postingan

Rabu, 13 April 2011

Apakah membaca taawudz setiap mengutip ayat alquran..?

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Pertanyaan:
Banyak penceramah ketika membaca ayat dalam khutbah jum’at atau kajian, dia berkata :”Allah berfirman,-lalu berta’awwudz- ( a’uudzu billahi minasayaitonirrojiim)…,” apakah hal ini dibenarkan…???

Jawab:
Al-Hafidh as-Suyuthi (rahimahullah) menjawab pertanyaan ini : ” Menurutku pendapat yang benar dalam masalah ini sesuai dengan dalil, bahwa hendaknya dia membaca ayat TANPA ta’awwudz terlebih dahulu, karena inilah yang dicontohkan oleh Nabi, para sahabat dan tabi’in”.

Setelah beliau menyebutkan hadist-hadist dan atsar dalam masalah ini, beliau mengatakan :” … Lihat Selengkapnya hadist dan atsar dalam masalah ini banyak sekali, maka pendapat yang benar adalah cukup membawakan ayat tanpa ta’awwudz terlebih dahulu, sebagai bentuk ittiba’ (mengikuti) tuntunan Sunnah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam.

Adapun perintah isti’adzah dalam firman Allah :
”Apabila kamu membaca al-Qur’an hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Alloh dari setan yang terkutuk. [QS. an-Nahl :98]

Maka maksud perintah ini adalah ketika akan membaca al-Qur’an , adapun mengutip ayat dalam berdalil dan berhujjah maka hal itu tidak termasuk dalam ayat tersebut.”
Wallahu a'lam.

[al-Qodzadzah fi Tahqiqi Mahalli Isti’adzah, sebagai mana dalam al-Hawii lil Fatawi 1/296]

Alquran sebagai Obat

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Oleh : Ust. Abu Karimah Askari bin Jamal Al-Bugisi

Al-’Allamah Abdurrahman As-Sa’di rahimahullahu berkata pula dalam menjelaskan ayat ini:
“Al-Qur`an mengandung penyembuh dan rahmat. Dan ini tidak berlaku untuk semua orang, namun hanya bagi kaum mukminin yang membenarkan ayat-ayat-Nya dan berilmu dengannya. Adapun orang-orang dzalim yang tidak membenarkan dan tidak mengamalkannya, maka ayat- ayat tersebut tidaklah menambah baginya kecuali kerugian. Karena, hujjah telah ditegakkan kepadanya dengan ayat-ayat itu.

وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَلاَ يَزِيْدُ الظَّالِمِيْنَ إِلاَّ خَسَارًا

“Dan Kami turunkan dari Al-Qur`an suatu yang menjadi penyembuh dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al-Qur`an itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang dzalim selain kerugian.” (QS. Al-Isra`: 82)

Penjelasan Beberapa Mufradat Ayat

Adakah doa khatam Alquran..?

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Penjelasan dari Syaikh Sholih Al Munajjid dalam sitenya “Al Islam Sual wa Jawab”

هل في السنة دعاء بعد ختم القرآن ؟

Adakah dalam sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam doa khataman al Qur’an?

أرجو منكم إرسال دعاء ختم القرآن الكريم كما ورد في السنة النبوية .

Aku berharap agar anda mengirimiku doa yang diucapkan ketika khataman al Qur’an sebagaimana yang terdapat dalam sunah Nabi.

الحمد لله
ليس في السنة النبوية دعاء خاص بعد ختم القرآن الكريم ، ولا حتى عن أصحاب النبي صلى الله عليه وسلم أو الأئمة المشهورين ، ومن أشهر ما ينسب في هذا الباب الدعاء المكتوب في آخر كثير من المصاحف منسوباً لشيخ الإسلام ابن تيمية رحمه الله ، ولا أصل له عنه .
انظر : “فتاوى الشيخ ابن عثيمين” (14/226) .

Jawaban, “Tidak terdapat dalam sunah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam doa khusus yang dibaca saat khataman al Qur’an. Demikian pula tidak terdapat doa khusus dalam hal ini yang berasal dari para sahabat Nabi atau imam yang terkenal. Dalam hal ini terdapat sebuah rangkaian doa yang terdapat di bagian akhir berbagai mushaf yang katanya merupakan rangkaian doa dari Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah namun ini adalah anggapan yang tidak berdasar. Silahkan cek Fatawa Syaikh Ibnu Utsaimin 14/226.