Minggu, 18 Maret 2012

MEMINTA PERLINDUNGAN KEPADA SELAIN Alloh ADALAH SYIRIK

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ


BAB 13
MEMINTA PERLINDUNGAN KEPADA SELAIN Alloh ADALAH SYIRIK

Firman Alloh Subhanahu waSubhanahu wa Ta’ala :
]وأنه كان رجال من الإنس يعوذون برجال من الجن فزادوهم رهقا[
“Bahwa ada beberapa orang laki-laki dari manusia yang meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki dari jin, maka jin-jin itu hanya menambah dosa dan kesalahan” (QS. Al jin, 6).

Khaulah binti Hakim menuturkan : aku mendengar Rasululloh ShallAllohu’alaihi wa Sallam bersabda :
"من نزل منـزلا فقال : أعوذ بكلمات الله التامات من شر ما خلق، لم يضره شيء حتى يرحل من منـزله ذلك ".  رواه مسلم
“Barang siapa yang singgah di suatu tempat, lalu ia berdo’a :
أعوذ بكلمات الله التامات من شر ما خلق
(aku berlindung dengan kalam Alloh yang maha sempurna dari kejahatan semua mahluk yang Ia ciptakan) maka tidak ada sesuatupun yang membahayakan dirinya sampai dia beranjak dari tempatnya itu” (HR. Muslim).



        Kandungan bab ini :
  1. Penjelasan tentang maksud ayat yang ada dalam surat Al Jin ().
  2. Meminta perlindungan kepada selain Alloh (jin) adalah syirik.
  3. Hadits tersebut di atas, sebagaimana disimpulkan oleh para ulama, merupakan dalil bahwa kalam Alloh itu bukan makhluk, karena minta perlindungan kepada makhluk itu syirik.
  4. Keutamaan doa ini walaupun sangat singkat.
  5. Sesuatu yang bisa mendatangkan kebaikan dunia, baik dengan menolak kejahatan atau mendatangkan keberuntungan tidak berarti sesuatu itu tidak termasuk syirik.


 



([1])   Dalam ayat ini Alloh memberitahukan bahwa ada di antara manusia yang meminta perlindungan kepada jin agar merasa aman dari apa yang mereka khawatirkan, akan tetapi jin itu justru menambah dosa dan rasa khawatir bagi mereka, karena mereka tidak meminta perlindungan kepada Alloh. Dengan demikian, ayat ini menunjukkan bahwa isti’adzah (meminta perlindungan(  kepada selain Alloh adalah termasuk syirik dan terlarang.

BERNADZAR UNTUK SELAIN Alloh ADALAH SYIRIK

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ


BAB 12
BERNADZAR UNTUK SELAIN Alloh ADALAH SYIRIK
Firman Alloh Subhanahu waSubhanahu wa Ta’ala :
]يوفون بالنذر ويخافون يوما كان شره مستطيرا[
“Mereka menepati nadzar  dan takut akan suatu hari yang azabnya merata di mana-mana.” (QS. Al Insan, 7)
]وما أنفقتم من نفقة أو نذرتم من نذر فإن الله يعلمه[
“Dan apapun yang kalian nafkahkan, dan apapun yang kalian nadzarkan, maka sesungguhnya Alloh mengetahuinya” (QS. Al Baqarah, 270).
          Diriwayatkan dalam shoheh Bukhori dari Aisyah ra. bahwa Rasululloh ShallAllohu’alaihi wasallam bersabda :
“من نذر أن يطيع الله فليطعه، ومن نذر أن يعصي الله فلا يعصه”
“Siapa yang bernadzar untuk mentaati Alloh, maka ia wajib mentaatinya, dan barang siapa yang bernadzar untuk bermaksiat kepada Alloh maka ia tidak boleh bermaksiat kepadaNya (dengan melaksanakan nadzarnya itu).”


        Kandungan bab ini :
  1. Menunaikan nadzar adalah wajib.
  2. Apabila sudah menjadi ketetapan bahwa nadzar itu ibadah kepada Alloh, maka memalingkannya kepada selain Alloh adalah syirik.
  3. Dilarang melaksanakan nadzar yang maksiat.

MENYEMBELIH BINATANG KARENA Alloh DILARANG DILAKUKAN DI TEMPAT PENYEMBELIHAN YANG BUKAN KARENA Alloh

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ


BAB 11
MENYEMBELIH BINATANG KARENA Alloh DILARANG DILAKUKAN
DI TEMPAT PENYEMBELIHAN YANG BUKAN KARENA Alloh
 
Firman Alloh  Subhanahu waSubhanahu wa Ta’ala :
]والذين اتخذوا مسجدا ضرارا وكفرا وتفريقا بين المؤمنين وإرصادا لمن حارب الله ورسوله من قبل وليحلفن إن أردنا إلا الحسنى والله يشهد إنهم لكذبون لا تقم فيه أبدا لمسجد أسس على التقوى من أول يوم أحق أن تقوم فيه فيه رجال يحبون أن يتطهروا والله يحب المتطهرين[
“Dan (di antara orang-orang munafik itu) ada orang-orang yang mendirikan masjid untuk menimbulkan kemudharotan (pada orang-orang mu’min), untuk kekafiran dan untuk memecah belah antara orang-orang mu’min serta menunggu kedatangan orang-orang yang telah memerangi Alloh dan RasulNya sejak dahulu). Mereka sesungguhnya bersumpah : “Kami tidak menghendaki selain kebaikan.” Dan Alloh menjadikan saksi bahwa sesungguhnya mereka itu adalah pendusta (dalam sumpahnya). Janganlah kamu dirikan sholat di masjid itu selama-lamanya. Sesungguhnya masjid yang didirikan atas dasar takwa (masjid quba), sejak hari pertama adalah lebih patut kamu lakukan shalat di dalamnya. Di dalamnya ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Dan Alloh menyukai orang-orang yang mensucikan diri. ” (QS. At Taubah, 107 –108)
Tsabit bin Dhohhak RadhiAllohu’anhu berkata :
نذر رجل أن يذبح إبلا ببوانة، فسأل النبي فقال :" هل كان فيها وثن من أوثان الجاهلية يعبد ؟" قالوا : لا، قال :" فهل كان فيها عيد من أعيادهم ؟" قالوا : لا، فقال رسول الله :" أوف بنذرك، فإنه لا وفاء لنذر في معصية الله ولا فيما لا يملك ابن آدم". رواه أبو داود وإسناده على شرطهما.
          “Ada seseorang yang bernadzar akan menyembelih onta di Buwanah(), lalu ia bertanya kepada Rasululloh, maka Nabi bertanya : “Apakah di tempat itu ada berhala-berhala yang pernah disembah oleh orang-orang jahiliyah ? para sahabat menjawab : tidak, dan Nabipun bertanya lagi : “Apakah di tempat itu pernah dirayakan hari raya mereka ? para sahabatpun menjawab : tidak, maka Nabipun menjawab : “Laksanakan nadzarmu itu, karena nadzar itu tidak boleh dilaksanakan dalam bermaksiat kepada Alloh, dan dalam hal yang tidak dimiliki oleh seseorang” (HR. Abu Daud, dan Isnadnya menurut persyaratan Imam Bukhori dan Muslim).

Sabtu, 17 Maret 2012

MENYEMBELIH BINATANG BUKAN KARENA Alloh

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ


BAB 10
MENYEMBELIH BINATANG BUKAN KARENA Alloh

 Firman Alloh Subhanahu wa Subhanahu wa Ta’ala :
]قل إن صلاتي ونسكي ومحياي ومماتي لله رب العالمين، لاشريك له وبذلك أمرت وأنا أول المسلمين[
          “Katakanlah, bahwa sesungguhnya shalatku, penyembelihanku, hidupku dan matiku hanya semata-mata untuk Alloh, Rabb semesta alam, tiada sekutu bagiNya, demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Alloh)” (QS. Al An’am, 162-163).
] فصل لربك وانحر[
“Maka dirikanlah sholat untuk Rabbmu, dan sembelihlah korban(untukNya)” (QS. Al Kautsar, 2)
          Ali bin Abi Tholib RadhiAllohu’anhu berkata :
“Rasululloh ShallAllohu’alaihi wa Sallam bersabda kepadaku tentang empat perkara :
“لعن الله من ذبح لغير الله، لعن الله من لعن والديه، لعن الله من آوى محدثا، لعن الله من غير منار الأرض”
          “Alloh melaknat orang-orang yang menyembelih binatang bukan karena Alloh, Alloh melaknat orang-orang yang melaknat kedua orang tuanya, Alloh melaknat orang-orang yang melindungi orang yang berbuat kejahatan, dan Alloh melaknat orang-orang yang merubah tanda batas tanah”. (HR. Muslim)

MENGHARAPKAN BERKAH DARI PEPOHONAN, BEBATUAN ATAU YANG SEJENISNYA

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ


BAB 9
MENGHARAPKAN BERKAH DARI PEPOHONAN,
BEBATUAN ATAU YANG SEJENISNYA
 
 Firman Alloh Subhanahu wa Subhanahu wa Ta’ala :
]أفرأيتم اللات والعزى ومناة الثالثة الأخرى ألكم الذكر وله الأنثى تلك إذا قسمة ضيزا إن هي إلا أسماء سميتموها أنتم وآباءكم ما أنزل الله بها من سلطان إن يتبعون إلا الظن وما تهوى الأنفس ولقد جاءهم من ربهم الهدى[ 
“Maka apakah patut kalian (hai orang-orang musyrik) menganggap Al lata dan Al Uzza dan Manat yang ketiga, (). Apakah (patut) untuk kamu (anak) laki-laki dan untuk Alloh (anak) perempuan ? yang demikian itu tentulah suatu pembagian yang tidak adil. Itu tidak lain hanyalah nama-nama yang diada-adakan oleh kamu dan bapak-bapak kamu, Alloh tidak menurunkan suatu keteranganpun untuk (menyembah)nya. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti sangkaan-sangkaan dan apa yang diingini oleh hawa nafsu mereka, padahal sesungguhnya tidak datang kepada mereka petunjuk dari Tuhan mereka.” (QS. An Najm, 19-23)
          Abi Waqid Al Laitsi menuturkan :
“Suatu saat kami keluar bersama Rasululloh menuju Hunain, sedangkan kami dalam keadaan baru saja lepas dari kekafiran (masuk Islam), disaat itu orang-orang musyrik memiliki sebatang pohon bidara yang dikenal dengan dzatu anwath, mereka selalu mendatanginya dan menggantungkan senjata-senjata perang mereka pada pohon tersebut, disaat kami sedang melewati pohon bidara tersebut, kami berkata : “Ya Rasululloh, buatkanlah untuk kami dzat anwath sebagaimana mereka memilikinya”. Maka Rasululloh ShallAllohu’alaihi wa Sallam menjawab :
“الله أكبر إنها السنن، قلتم والذي نفسي بيده كما قالت بنو أسرائيل لموسى]اجعل لنا إلها كما لهم ءالهة، قال إنكم قوم تجهلون[ لتركبن سنن من كان قبلهم" رواه الترمذي وصححه.
          “Allohu Akbar, itulah tradisi (orang-orang sebelum kalian) demi Alloh yang jiwaku ada di tanganNya, kalian benar-benar telah mangatakan suatu perkataan seperti yang dikatakan oleh Bani Israel kepada Musa :“Buatkanlah untuk kami sesembahan sebagaimana mereka memiliki sesembahan, Musa menjawab : "Sungguh kalian adalah kaum yang tidak mengerti (faham), kalian pasti akan mengikuti tradisi orang-orang sebelum kalian.” (HR. Turmudzi, dan dinyatakan shoheh olehnya)

RUQYAH DAN TAMIMAH

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ


BAB 8
RUQYAH DAN TAMIMAH
Diriwayatkan dalam shoheh Bukhori dan Muslim bahwa Abu Basyir Al Anshori RadhiAllohuanhu bahwa dia pernah bersama Rasululloh ShallAllohualaihi wa Sallam dalam suatu perjalanan, lalu beliau mengutus seorang utusan untuk menyampaikan pesan :
“أن لا يبقين في رقبة بعير قلادة من وتر أو قلادة إلا قطعت”
          “Agar tidak terdapat lagi dileher onta kalung dari tali busur panah atau kalung apapun harus diputuskan.
          Ibnu Mas’ud RadhiAllohu’anhu menuturkan : aku telah mendengar Rasululloh ShallAllohu’alaihi wasallam bersabda :
“إن الرقى والتمائم والتولة شرك ” رواه أحمد وأبو داود.
          “Sesungguhnya Ruqyah, Tamimah dan Tiwalah adalah syirik.”(HR. Ahmad dan Abu Dawud)
 
           TAMIMAH adalah sesuatu yang dikalungkan di leher anak-anak untuk menangkal dan menolak penyakit ‘ain. Jika yang dikalungkan itu berasal dari ayat-ayat Al Qur’an, sebagian ulama terdahulu memberikan keringanan dalam hal ini, dan sebagian yang lain tidak memperbolehkan dan melarangnya, diantaranya Ibnu Mas’ud RadhiAllohu’anhu ([1]).
          RUQYAH ([2]) yaitu : yang disebut juga dengan istilah Ajimat. Ini diperbolehkan apabila penggunaannya bersih dari hal-hal syirik, karena Rasululloh ShallAllohu’alaihi wasallam telah memberikan keringanan dalam hal ruqyah ini untuk mengobati ‘ain atau sengatan kalajengking.
          TIWALAH adalah sesuatu yang dibuat dengan anggapan bahwa hal tersebut dapat menjadikan seorang istri mencintai suaminya, atau seorang suami mencintai istrinya.

MEMAKAI GELANG DAN SEJENISNYA UNTUK MENANGKAL BAHAYA ADALAH PERBUATAN SYIRIK

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ


BAB 7
MEMAKAI GELANG DAN SEJENISNYA UNTUK MENANGKAL BAHAYA ADALAH PERBUATAN SYIRIK



Firman Alloh Subhanahu waSubhanahu wa Ta’ala :
]قل أفرأيتم ما تدعون من دون الله إن أرادني الله بضر هل هن كاشفات ضره أو أرادني برحمة هل هن ممسكات رحمته قل حسبي الله عليه يتوكل المتوكلون[

“Katakanlah (hai Muhammad kepada orang-orang musyrik) : terangkanlah kepadaku tentang apa yang kamu seru selain Alloh, jika Alloh hendak mendatangkan kemudharotan kepadaku, apakah berhala-berhala itu dapat menghilangkan kemudharotan itu ?, atau jika Alloh menghendaki untuk melimpahkan suatu rahmat kepadaku apakah mereka mampu menahan rahmatNya ?, katakanlah : cukuplah Alloh bagiku, hanya kepadaNyalah orang orang yang berserah diri bertawakkal.” (QS. Az zumar, 38)
 
Imron bin Husain RadhiAllohu’anhu menuturkan bahwa Rasululloh ShallAllohu’alaihi wa Sallam melihat seorang laki-laki memakai gelang yang terbuat dari kuningan, kemudian beliau bertanya :
"ما هذه ؟، قال : من الواهنة، فقال : انزعها فإنها لا تزيدك إلا وهنا، فإنك لو مت وهي عليك ما أفلحت أبدا "

“Apakah itu ?”, orang laki-laki itu menjawab : “Gelang penangkal penyakit”, lalu Nabi bersabda : “Lepaskan gelang itu, karena sesungguhnya ia tidak akan menambah kecuali kelemahan pada dirimu, dan jika kamu mati sedangkan gelang ini masih ada pada tubuhmu maka kamu tidak akan beruntung selama lamanya.” (HR. Ahmad dengan sanad yang bisa diterima)

PENJELASAN TENTANG MAKNA TAUHID DAN SYAHADAT “LA ILAHA ILLALLAH”

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ


BAB 6
PENJELASAN TENTANG MAKNA TAUHID DAN
SYAHADAT “LA ILAHA ILLALLAH”
 
Firman Alloh Subhanahu wa Subhanahu wa Ta’ala :
]أولئك الذين يدعون يبتغون إلى ربهم الوسيلة أيهم أقرب ويرجون رحمته ويخافون عذابه إن عذاب ربك كان محذورا[
“Orang-orang yang mereka seru itu, mereka sendiri mencari jalan kepada tuhan mereka, siapa diantara mereka yang lebih dekat (kepada Alloh), dan mereka mengharapkan rahmatNya serta takut akan siksaNya, sesungguhnya siksa Tuhanmu adalah sesuatu yang (harus) ditakuti.” (QS. Al Isra’, 57)
]وإذ قال إبراهيم لأبيه وقومه إنني براء مما تعبدون إلا الذي فطرني فإنه سيهدين[
“Dan ingatlah ketika Ibrahim berkata kepada bapak dan kaumnya : sesungguhnya aku membebaskan diri dari apa yang kalian sembah, kecuali (Alloh) Dzat yang telah menciptakan aku, karena hanya Dia yang akan menunjukkan (kepada jalan kebenaran).” (QS. Az  zukhruf, 26-27).
]اتخذوا أحبارهم ورهباهم أربابا من دون الله والمسيح بن مريم وما أمروا إلا ليعبدوا إلها واحدا لا إله إلا هو سبحانه عما يشركون[
          “Mereka menjadikan orang-orang alim dan pendeta-pendeta mereka sebagai tuhan-tuhan selain Alloh, dan (mereka mempertaruhkan pula) Al Masih putera Maryam, padahal mereka itu tiada lain hanyalah diperintahkan untuk beribadah kepada satu sembahan, tiada sembahan yang haq selain Dia. Maha suci Alloh dari perbuatan syirik mereka.” (QS. Al  Taubah, 31).
]ومن الناس من يتخذ من دون الله أندادا يحبونهم كحب الله والذين آمنوا أشد حبا لله[
“Diantara sebagian manusia ada yang menjadikan tuhan-tuhan tandingan selain Alloh, mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Alloh, adapun orang-orang yang beriman lebih besar cintanya kepada Alloh.” (QS. Al Baqarah, 165).
 
Diriwayatkan dalam Shoheh Muslim, bahwa Rasululloh ShallAllohu’alaihi wa Sallam bersabda :
"من قال لا إله إلا الله وكفر بما يعبد من دون الله حرم ماله ودمه وحسابه على الله"
          “Barang siapa yang mengucapkanلا إله إلا الله dan mengingkari sesembahan selain Alloh, maka haramlah harta dan darahnya, adapun perhitungannya adalah terserah kepada Alloh”.

DAKWAH KEPADA SYAHADAT “LA ILAHA ILLALLAH”

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ


BAB 5
DAKWAH KEPADA SYAHADAT  “LA ILAHA ILLALLAH”
 
  Firman Alloh Subhanahu wa Subhanahu wa Ta’ala :
]قل هذه سبيلي أدعو إلى الله  على بصيرة أنا ومن اتبعني وسبحان الله وما أنا من المشركين[
          “Katakanlah : ”inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku, aku berdakwah kepada Alloh dengan hujjah yang nyata, maha suci Alloh, dan aku tidak termasuk orang-orang yang musyrik”. (QS. Yusuf, 108)
           Ibnu Abbas RadhiAllohu’anhu berkata : ketika Rasululloh ShallAllohu’alaihi wa Sallam mengutus Muadz bin Jabal ke Yaman beliau bersabda kepadanya :
"إنك تأتي قوما من أهل الكتاب، فليكن أول ما تدعوهم إليه شهادة أن لا إله إلا الله - وفي رواية : إلى أن يوحدوا الله -، فإن هم أطاعوك لذلك فأعلمهم أن الله افترض عليهم خمس صلوات في كل يوم وليلة، فإن هم أطاعوك لذلك فأعلمهم أن الله افترض عليهم صدقة تؤخذ من أغنيائهم فترد على فقرائهم، فإن هم أطاعوك لذلك فإياك وكرائم أموالهم، واتق دعوة المظلوم فإنه ليس بينها وبين الله حجاب"
“Sungguh kamu akan mendatangi orang-orang ahli kitab (Yahudi dan Nasrani), maka hendaklah pertama kali yang harus kamu sampaikan kepada mereka adalah syahadat La Ilaha IllAlloh – dalam riwayat yang lain disebutkan “supaya mereka mentauhidkan Alloh”-, jika mereka mematuhi apa yang kamu dakwahkan, maka sampaikan kepada mereka bahwa Alloh telah mewajibkan kepada mereka sholat lima waktu dalam sehari semalam, jika mereka telah mematuhi apa yang telah kamu sampaikan, maka sampaikanlah kepada mereka bahwa Alloh telah mewajibkan kepada mereka zakat, yang diambil dari orang-orang kaya diantara mereka dan diberikan pada orang-orang yang fakir. Dan jika mereka telah mematuhi apa yang kamu sampaikan, maka jauhkanlah dirimu dari harta pilihan mereka, dan takutlah kamu dari doanya orang-orang yang teraniaya, karena sesungguhnya tidak ada tabir penghalang antara doanya  dan Alloh” (HR. Bukhori dan Muslim).

TAKUT AKAN SYIRIK

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ


BAB 4
TAKUT AKAN SYIRIK
 
 Firman Alloh Subhanahu wa Subhanahu wa Ta’ala :
]إن الله لا يغفر أن يشرك به ويغفر ما دون ذلك لمن يشاء[
“Sesungguhnya Alloh tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa saja yang dikehendakiNya”. (QS. An Nisa’, 48)
    
          Nabi Ibrahim berkata :
]واجنبني وبني أن نعبد الأصنام[
“ ……. Dan jauhkanlah aku dan anak cucuku dari perbuatan (menyembah) berhala”. (QS. Ibrahim, 35)
 
          Diriwayatkan dalam suatu hadits, bahwa Rasululloh ShallAllohu’alaihi wa Sallam bersabda :
"أخوف ما أخاف عليكم الشرك الأصغر، فسئل عنه ؟ فقال : الرياء"
          “Sesuatu yang paling aku khawatirkan dari kamu kalian adalah perbuatan syirik kecil, kemudian beliau ditanya tentang itu, dan beliaupun menjawab : yaitu riya'. (HR. Ahmad, Thobroni dan Abi Dawud).
 
          Diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud RadhiAllohu’anhu bahwa Rasululloh ShallAllohu’alaihi wa Sallam bersabda :
"من مات وهو يدعو من دون الله ندا دخل النار"
          “Barang siapa yang mati dalam keadaan menyembah sesembahan selain Alloh, maka masuklah ia kedalam neraka”. (HR. Bukhori)