Minggu, 18 Maret 2012

BERDO’A KEPADA SELAIN Alloh ADALAH SYIRIK.

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ


BAB 14
BERDO’A KEPADA SELAIN Alloh ADALAH SYIRIK.
 
Firman Alloh Subhanahu waSubhanahu wa Ta’ala :
]ولا تدع من دون الله ما لا ينفعك ولا يضرك، فإن فعلت فإنك إذا من الظالمين[
“Dan janganlah kamu memohon/berdo’a kepada selain Alloh, yang tidak dapat memberikan manfaat dan tidak pula mendatangkan bahaya kepadamu, jika kamu berbuat hal itu maka sesungguhnya kamu dengan demikian termasuk orang-orang yang dzolim (musyrik)” (QS. Yunus, 106).
]وإن يمسسك الله بضر فلا كاشف له إلا هو وإن يردك بخير فلا راد لفضله يصيب به من يشاء من عباده وهو الغفور الرحيم[
“Dan jika Alloh menimpakan kepadamu suatu bahaya, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. Dan jika Alloh menghendaki kebaikan bagi kamu, maka tak ada yang dapat menolak kurniaNya. Dia memberikan kebaikan itu kepada siapa yang dikehendakiNya di antara hamba hambaNya dan Dia lah yang Maha Pengampun lagi Maha penyayang”(QS. Yunus, 107).
]إن الذين تعبدون من دون الله لا يملكون لكم رزقا فابتغوا عند الله الرزق واعبدوه واشكروا له إليه ترجعون[
“Sesungguhnya mereka yang kamu sembah selain Alloh itu tidak mampu memberikan rizki kepadamu, maka  mintalah  rizki  itu  pada  Alloh dan sembahlah Dia (saja) serta bersyurkurlah kepadaNya. Hanya kepada Nya lah kamu sekalian dikembalikan.”  (QS. Al  Ankabut, 17).
]ومن أضل ممن يدعو من دون الله من لا يستجيب له إلى يوم القيامة وهم عن دعائهم غافلون وإذا حشر الناس كانوا لهم أعداء وكانوا بعبادتهم كافرون[
“Dan tiada yang lebih sesat dari pada orang yang memohon kepada sesembahan-sesembahan selain Alloh, yang tiada dapat mengabulkan permohonannya sampai hari kiamat dan sembahan-sembahan itu lalai dari (memperhatikan) permohonan mereka. Dan apabila manusia dikumpulkan (pada hari kiamat) niscaya sembahan-sembahan itu menjadi musuh mereka dan mengingkari pemujaan mereka.” (QS. Al Ankabut, 5-6).
]أمن يجيب المضطر إذا دعاه ويكشف السوء ويجعلهم خلفاء الأرض أإله مع الله قليلا ما تذكرون[
“Atau siapakah yang mengabulkan (do’a) orang-orang yang dalam kesulitan disaat ia berdo’a kepadaNya, dan yang menghilangkan kesusahan, dan yang menjadikan kamu sekalian menjadi kholifah di bumi ? adakah sesembahan (yang haq) selain Alloh ? amat sedikitlah kamu mengingat(Nya).” (QS. An Naml, 62).

 
          Imam At-Thabrani dengan menyebutkan sanadnya meriwayatkan bahwa : “Pernah ada pada zaman Rasululloh ShallAllohu’alaihi wa Sallam seorang munafik yang selalu menyakiti orang-orang mu’min, maka salah seorang di antara  orang mu’min berkata : “Marilah kita bersama-sama memohon perlindungan kepada Rasululloh ShallAllohu’alaihi wa Sallam supaya dihindarkan dari tindakan buruk orang munafik ini”, ketika itu Rasululloh ShallAllohu’alaihi wa Sallam menjawab
"إنه لا يستغاث بي وإنما يستعاث بالله"
“Sesungguhnya aku tidak boleh dimintai perlindungan, hanya Alloh sajalah yang boleh dimintai perlindungan”.
 


        Kandungan bab ini :
  1. Istighotsah itu pengertiannya lebih khusus dari pada berdo’a().
  2. Penjelasan tentang ayat yang pertama ([2]).
  3. Meminta perlindungan kepada selain Alloh adalah syirik besar.
  4. Orang yang paling sholeh sekalipun jika melakukan perbuatan ini untuk mengambil hati orang lain, maka ia termasuk golongan orang-orang yang dzolim (musyrik).
  5. Penjelasan tentang ayat yang kedua ([3]).
  6. Meminta perlindungan kepada selain Alloh tidak dapat mendatangkan manfaat duniawi, disamping perbuatan itu termasuk perbuatan kafir.
  7. Penjelasan tentang ayat yang ketiga ([4]).
  8. Meminta rizki itu hanya kepada Alloh, sebagaimana meminta surga.
  9. Penjelasan tentang ayat yang ke empat ([5]).
  10. Tidak ada orang yang lebih sesat dari pada orang yang memohon kepada sesembahan selain Alloh.
  11. Sesembahan selain Alloh tidak merasa dan tidak tahu kalau ada orang yang memohon kepadanya.
  12. Sesembahan selain Alloh akan benci dan marah kepada orang yang memohon kepadanya pada hari kiamat.
  13. Permohonan ini dianggap ibadah kepada sesembahan selain Alloh.
  14. Pada hari kiamat sesembahan selain Alloh itu akan mengingkari ibadah yang mereka lakukan.
  15. Permohonan kepada selain Alloh inilah yang menyebabkan seseorang menjadi orang yang paling sesat.
  16. Penjelasan tentang ayat yang ke lima ([6]).
  17. Satu hal yang sangat mengherankan adalah adanya pengakuan dari para penyembah berhala bahwa tidak ada yang dapat mengabulkan permohonan orang yang berada dalam kesulitan kecuali Alloh, untuk itu, ketika mereka berada dalam keadaan sulit dan terjepit, mereka memohon kepadaNya dengan ikhlas dan memurnikan ketaatan untukNya.
  18. Hadits di atas menunjukan tindakan preventif yang dilakukan Rasululloh ShallAllohu’alaihi wasallam untuk melindungi ketauhidan, dan etika sopan santun beliau kepada Alloh.





([1])    Istighotsah ialah : meminta pertolongan ketika dalam keadaan sulit supaya dibebaskan dari kesulitan itu.
([2])   Ayat pertama menunjukkan bahwa dilarang memohon kepada selain Alloh, karena selainNya tidak dapat memberikan manfaat dan tidak pula dapat mendatangkan bahaya kepada seseorang.
([3])   Ayat kedua menunjukkan bahwa Alloh lah yang berhak dengan segala ibadah yang dilakukan manusia, seperti doa, istighotsah dan sebagainya. Karena hanya Alloh yang Maha Kuasa, jika Dia menimpakan sesuatu bahaya kepada seseorang, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya selain Dia sendiri, dan jika Dia menghendaki untuk seseorang suatu kebaikan, maka tidak ada yang dapat menolak karuniaNya. Tidak ada seorangpun yang menghalangi kehendakNya.
([4])   Ayat ketiga menunjukkan bahwa hanya Alloh yang berhak dengan ibadah dan rasa syukur kita, dan hanya kepadaNya seharusnya kita meminta rizki, karena selain Alloh tidak mampu memberikan rizki.
([5])   Ayat keempat menunjukkan bahwa doa (permohonan) adalah ibadah. Karena itu, barang siapa yang menyelewengkannya kepada selain Alloh, maka dia adalah musyrik.
([6])   Ayat kelima menunjukkan bahwa istighotsah  (mohon pertolonan) kepada selain Alloh, karena tidak ada yang kuasa kecuali Dia – adalah bathil dan termasuk syirik.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar